Minggu, 18 November 2012

Enam Faedah, Keberuntungan dan Keutamaan Shalat Dhuha bagi kita

Enam Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Enam Faedah, Keberuntungan dan Keutamaan Shalat Dhuha – Shalat duha merupakan salah satu diantara shalat-shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Banyak sekali penjelasan hadits yang telah menyebutkan berbagai keutamaan dan keistimewaan shalat Dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya. Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, diantaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata: ''Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?” Mereka menjawab; “Ya! Rasul saw berkata lagi: ''Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh)berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).
Semoga sedikit kutipan mengenai Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha ini bisa membuat kita lebih giat lagi dalam menjalankan shalat dhuha, dan bagi yang belum melaksanakannya bisa memulai untuk menjalankannya… Aamiin…

Sumber: http://rafaqo.wordpress.com/2011/11/02/6-rahasia-dan-keutamaan-shalat-dhuha/

Selamat Menjalankan Ibadah Shalat Dhuha, semoga kita menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri. :)

Surga di Langit ke Tujuh, Neraka di Lapisan Bumi ke Tujuh

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, brader semua

Surga di Langit ke Tujuh Neraka di Lapisan Bumi ke Tujuh - Diriwayatkan dari 'Athiyah, dari Ibnu 'Abbas. Ia berkata, ''Surga berada di langit yang ketujuh. Setelah itu, Allah meletakkannya sekehendak-Nya pada hari Kiamat kelak. Adapun Jahanam terletak di lapisan bumi yang ke tujuh.'' (Dikeluarkan oleh Abu Nu'aim).

Ibnu Mandah mengeluarkan sebuah hadis dari Yahya' Al-Qatat, dari Mujahid. Ia berkata, ''Saya bertanya kepada Ibnu 'Abbas, ''Dimana surga berada?'' Ia menjawab, ''Di atas tujuh langit.'' Saya bertanya lagi, ''Kalau Jahanam?'' Ia menjawab, ''Di bawah Lapisan Bumi.''

Al-Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis di dalam sanadnya ada unsur kadha'ifan, dari Abu Az-Za'ra', dari Ibnu Mas'ud. Ia berkata, ''Surga berada di langit ke tujuh yang paling atas, sedangkan neraka berada di lapisan paling bawah bumi. Kemudian, ia membaca ayat:



Download MP3

Kallaa inna kitaabal abraari lafii 'illiyyiin

18. Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin(1565).
[1565] 'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.




Download MP3

kallaa inna kitaabal fujjaari lafii sijjiinin

7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitaborang yang durhaka tersimpan dalam Sijjin(1563).
[1563] Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.
(Q.S. Al-Muthaffifin [83]:7)

Diriwayatkan dari Muhammad bin 'Abdullah bin Abi Ya'qub, dari Bisyr bin Saghaf, dari 'Abdullah bin Salam. Ia berkata, ''Surga berada di langit. Sedangkan neraka berada di bumi.'' (H.R. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Abi As-Dunya)

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad meyambung kepada Qatadah. Ia berkata, ''Mereka mengatakan bahwa surga berada di langit yang ke tujuh, sedangkan Jahanam berada di lapisan bumi yang ke tujuh.''

Diriwayatkan dari Warqa', dari Abu Najih, dari Mujahid mengenai ayat :



Download MP3

wafiissamaa-i rizqukum wamaa tuu'aduun

22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu [1420].
[1420] Yang dimaksud dengan "apa yang dijanjikan kepadamu" ialah takdir Allah terhadap tiap-tiap manusia yang telah ditulis di Lauhul mahfudz.
surah / surat : Adz-Dzaariyat Ayat : 22

Mujahid berkata, ''Surga berada di langit,'' Mujahid menjelaskan bahwa sebagian ulama menjelaskan bahwa orang-orang kafir di alam barzakh dihadapakan ke neraka setiap pagi dan sore. Di beritakan pula bahwa pintu langit tidak di bukakan untuk mereka. Ini menunjukkan bahwa neraka berada di bumi, Allah SWT, berfirman:



Download MP3

kallaa inna kitaabal fujjaari lafii sijjiinin

7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitaborang yang durhaka tersimpan dalam Sijjin(1563).
[1563] Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.
surah / surat : Al-Muthaffif [83]Ayat : 7

Dalam hadis Al-Bara' bin 'Azib, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, di jelaskan tentang pencabutan roh. Mengenai pencabutan roh orang kafir disebutkan bahwa ketika sampai di atas, mereka minta di bukakan pintu langit, tetapi pintu langit tidak di bukakan . Rasulullah SAW, kemudian membaca ayat:



Download MP3

innalladziina kadzdzabuu bi- aayaatinaa wastakbaruu 'anhaa laatufattahu lahum abwaabus-samaa-i walaa yadkhuluunal jannata hattaa yalijal jamalu fii sammil khiyaath wakadzaa lika najziil mujrimiin

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintulangit [540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum [541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
[540] Artinya: do'a dan amal mereka tidak diterima olehAllah.
[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.
surah / surat : Al-A'raf Ayat : 40

Allah Ta'ala berfirman dalam Hadis Qudsi, ''Letakkanlah kitab mereka di Sijjin, di bumi paling bawah.'' Maka, roh orang kafir pun di lemparkan ke sana. (H,R, Ahmad dan lainnya)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, tentang pencabutan roh orang kafir.

''Fatakhruju ka-antani riihi jiifatin hattaa ya'tuuna bihi baabal ardhi. Fayaquuluun: Maa antani Haadzihir riihi hattaa ya'tuuna bihi arwaahal kuffaar.''

Artinya:

''Begitu roh ke luar dari jasad orang kafir, tercium bau busuk bangkai. Mereka (para malaikat) lalu membawa roh itu ke pintu bumi. Para penjaganya berkata, ''Betapa bau busuknya roh ini!'' Begitu sampai ke bumi, mereka mencampakkan roh itu hingga bergabung dengan roh-roh kafir lainnya.''

(H.R. Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan lainnya)

'Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash r.a, berkata, ''Arwah orang kafir berada di lapisan bumi yang ketujuh.''

Renunganku Pribadi : Bagaimana dengan diriku, Ibuku, Ayahku, Nenekku, Kakekku, Istriku, Annaku, Mertuaku dan Umat Islam yang lainnya, Duh Gusti Allah paring padang dumateng kulo..

Tips agar Al-Qur'an menjadi ilmu dalam dada kita sebagai orang beriman adalah sebagai berikut:

1. Tadarrus : Membaca dengan Mata/ Mendengar dengan Telinga [Fokus]
2. Tadabbur : Memahami dengan Hati [Khusyu']
3. Tafakkur : Memikirkan dengan Otak/akal [Cerdas]
4. Tabayyun : Menjalankan kepada diri kita sendiri dalam kehidupan sehari-hari [Progressif]
5. Istiqomah

Dengan cara diatas kita akan bisa membaca Al-Qur'an sebagai Petunjuk, Penjelas, Pembeda, Pedoman, Penerangan, Peraturan dan Firman Allah untuk kita sebagai orang beriman. Insya Allah.

Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Doa Sholat Sunnat Dhuha

Do'a Sholat Dhuha - Yang di maksud sholat dhuha adalah sholat sunat yang di kerjakan ketika pagi hari pada saat matahari sedang naik. Shalat dhuha ini mempunyai kedudukan dan keutamaan yang tinggi sehingga salah suatu hadis yang di terangkan oleh imam syaukani berkata bahwa dua rakaat shalat dhuhadapat menggantikan 360 kali sedekah.

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat yang penting dan secara khusus mempunyai arti sholat yang berhubungan dengan permohonan limpahan anugrah rizqi. Adapun doa setelah shalat dhuha adalah sebagai berikut:
Bacaan Doa Shalat Dhuha

Allaahumma innadh dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal bahaa'a bahaa'uka wal-jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal-'ishmata ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assaran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba'iidan faqarribu, bi haqqi dhuhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatuka wa qudratika, wa aatinii maa aataita 'ibadakash-shaalihiin


Artinya:

''Ya Allah, sesungguhnya waktu dluhaa adalah waktu dluhaa-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizqi kami di atas langit, turunkanlah, bila dalam bumi, keluarkanlah, bila sukar, mudahkanlah, bila haram, sucikanlah, bila jauh, dekatkanlah, dengan hak waktu dluhaa, keagungan, kebagusan, kekuatan dan kekuasaan-Mu. Berilah kepada kami apa-apa yang telahEngkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih.''

Sumber :
http://fitrakhoerulumam.blogspot.com/2012/04/doa-sholat-dhuha.html

Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Memohon Perlindungan kepada Allah (Ta'awwudz) dari Siksa Neraka









Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Selain menangis, memohon perlindungan (ta'awwudz) kepada Allah pun dapat menghindarkan kita dari Neraka.

Allah SWT berfirman :



Download MP3

alladziina yadz kuruunallaaha qiyaaman waqu'uudaw wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqissamaawaati wal ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaabannaar

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. surah / surat : Ali Imran Ayat : 191



Download MP3

rabbanaa innaka man tudkhilinnaara faqad akhzaytahu wamaalidhdhaa limiina min anshaar

192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. surah / surat : Ali Imran Ayat : 192



Download MP3

rabbanaa innanaa sami'naa munaa diyay yunaa dii lil-iimaani an aaminuu birabbikum fa aa mannaa rabbanaa faghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir 'annaa sayyi- aatinaa watawaffanaa ma'al-abraar

193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):"Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. surah / surat : Ali Imran Ayat : 193



Download MP3

rabbanaa wa aatinaa maa wa'adtanaa 'al aa rusulika walaa tukhzinaa yawmal qiyaamah innaka l aatukhliful mii'aad

194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkaujanjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." surah / surat : Ali Imran Ayat : 194



Download MP3

fastajaaba lahum rabbuhum annii laa udh ii'u 'amala 'aamilin minkum min dzakarin au untsaa ba' dhukum min ba'dhin falladziina haajaruu waukhrijuu min diyaarihim wauudzuu fii sabiilii waqaataluu waqutiluu laukaffiranna 'anhum sayyi-aa tihim walaudkhilannahum jannaatin tajrii min tahtihaal-anh aaru tsawaa ban min 'indillaah wallaahu 'indahu husnuts tsawaab

195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain [259]. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala disisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
[259] Maksudnya sebagaimana laki-laki berasal dari laki-laki dan perempuan, maka demikian pula halnya perempuan berasal dari laki-laki dan perempuan. Kedua-duanya sama-sama manusia, tak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya.
surah / surat : Ali Imran Ayat : 195

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, tentang para malaikat yang mencari majelis zikir. Pada riwayat itu disebutkan bahwa sesungguhnya Allah SWT, bertanya kepada mereka Allah lebih mengetahui dari pada mereka,

Famimma yata'awwadzun? Qaala: Yaquuluuna minannar. Qaala: Yaquul: Wahal ra-auhaa? Qaala: Ya Quuluun: Laa, Wallahi Ya Rabbi maa ra-auhaa. Qaala: Yaquul : Lau ra-auhaa. Qaala: Yaquuluun: Lau ra-auhaa kaanuu asyadda minhaa fira-an au-asyadda lahaa makhafah. Qaala: Fayaquul: Fa-Usy-hidukum annii qad ghafartu lahum.

Artinya:
''Dari apa mereka (orang-orang yang hadir di majelis zikir) memohon perlindungan?'' Para malaikat menjawab, ''Dari Neraka,'' Allah bertanya lagi, ''Apakah mereka melihat neraka,'' Para malaikat menjawab, ''Tidak.'' Allah bertanya lagi, ''Bagaimana seandainya mereka melihatnya,'' Para malaikat menjawab, ''Tentu mereka akan lebih takut lagi terhadap neraka.'' Allah berfirman, ''Aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa Kami telah mengampuni mereka semua.''

(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda:

Maa min muslim yas-alullahal jannata tsalatsan illa qaalatil jannah: Allahumma adkhilhul jannata wamanis tajaara minannar tsalaatsan, qaalatinnar: ajirhu minannar.

Artinya:
''Seorang Muslim siapa pun yang meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali maka surga akan berkata, ''Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam surga.'' Siapa pun mohon kepada Allah agar di selamatkan dari Neraka sebanyak tiga kali maka neraka akan berkata, ''Ya Allah, selamatkanlah ia dari Neraka.''

(H.R. At-Rirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Al-Bazzar dan Abu Ya'la Al-Maushuli mengeluarkan sebuah riwayat dari Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. beliau bersabda:

''Siapa pun hamba yang memohon diselamatkan dari Neraka sebanyak tujuh kali maka neraka akan berkata, ''Ya Rabb, hamba-Mu si Fulan memohon agar di selamatkan dariku maka aku mohon selamatkan ia dariku.'' Siapa pun hamba yang memohon surga sebanyak tujuh kali maka surga akan berkata, ''Ya Rabb, hamba-Mu si Fulan memohonku maka masukkanlah ia kedalam surga.''

Shalih Al-Murri meriwayatkan hadis dari Aban, dari Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi, ''Lihatlah dalam catatan hamba-Ku, siapa pun yang memohon surga kepada-Ku maka Aku akan memberinya. Siapa pun berlindung kepada-Ku dari Neraka maka Aku akan melindunginya.''

Sanad hadis ini dha'if

Diriwayatkan dari Abu Shalih 'Abdullah, dari Yahya bin Ayyub, dari 'Abdullah bin Sulaiman, dari Darraj, dari Abu Al-Haitsam, dari Abu Sa'id atau dari Ibnu Abi Hujairah Al-Akbar dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Diceritakan bahwa takala cuaca panas, seseorang berkata, ''Tidak ada Tuhan, selain Allah, alangkah panasnya hari ini! Ya Allah selamatkanlah saya dari panas Jahanam.'' Allah lalu berfirman kepada Jahanam, ''Salah seorang hamba-Ku mohon kepada-Ku agar di selamatkan dari panasmu. Aku jadikan engkau sebagai saksi bahwa sesungguhnya Aku Telah menyelamatkannya.'' Tatkala cuaca dingin, orang itu berkata, ''Tidak ada, Tuhan selain Allah, alangkah dinginnya hari ini! Ya Allah, selamatkanlah saya dari dingin yang amat sangat (zamharir) dari Jahanam.'' Allah lalu berfirman kepada Jahanam, ''Salah seorang hamba-Ku mohon kepada-Ku agar di selamatkan dari dinginmu yang amat sangat. Aku jadikan engkau sebagai saksi bahwa sesungguhnya Aku telah menyelamatkannya.''

Para sahabat bertanya, ''Apakah zamharir Jahanam itu?'' Nabi menjawab, ''Suatu tempat di Jahanam yang sangat dingin. Di dalamnya di tempatkan orang-orang kafir.''

Abu Yahya Al-Qattat menyampaikan perkataan Mujahid, ''Seseorang di perintahkan di lemparkan ke dalam neraka. Namun, neraka menolaknya. Ketika di tanya, neraka menjawab, ''Ia memohon diselamatkan dariku.'' Maka dikatakan, ''Bebaskan dia.''

Sufyan dari Mis'ar bin Abdu A'la berkata, ''Surga dan neraka selalu memasang pendengaran untuk mendengarkan ucapan Bani (keturunan) Adam. Bila ia berkata, ''Saya berlindung kepada Allah dari Neraka,'' neraka berkata, ''Ya Allah, lindungilah ia.'' Bila ia berkata, ''Saya memohon surga.'' surga berkata, ''Ya Allah, sampaikanlah ia.''

'Utsman bin Abi Al-'Atikah mengatakan bahwa Abu Muslim Al-Khulani berkata, ''Setiap dakwah yang sampai kepadaku mengingatkanku akan Jahanam maka aku pun segera memohon perlindungan darinya.''

Abu Sinan 'Isa bin Sinan dari 'Atha' Al-Khurasani berkata, ''Siapa saja memohon diselamatkan kepada Allah dari Jahanam sebanyak tujuh kali maka Jahanam akan berkata, ''SAYA TIDAK BUTUH KAMU LAGI.''

''Rabbanaa Atinaa fiddun-ya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'adzaabannar.''

''Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.''


''Allahumma inni as-alukal jannata wa'udzubika minannar.''

''Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka.''


Dibaca setelah tahiyat sebelum salam sebanyak 3 kali, lebih afdhol 7 kali



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Menghindari Neraka dengan Tangisan dan Memohon Perlindungan (Ta'awwudz)









Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Menangis karena takut neraka sesungguhnya dapat menyelamatkan diri darinya. Banyak nash menjelaskan bahwa menangis karena takut kepada Allah mendatangkan keselamatan dan bahwa menangis karena takut neraka Jahanam adalah takut kepada Allah karena tangisan itu berartu pula takut akan siksa, murka dan jauh dari rahmat-Nya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

''Laa layalijunnaara rajulun baka min khasyyatillahi hatta ya'uudallabanu fidhdhar'i.''

Artinya:
''Neraka tidak akan menyentuh orang yang menangis karena takut kepada Allah sebelum air susu kembali masuk ke payudara.''

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas r.a. Ia berkata, ''Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda:

'''Ainani laa tamassuhumannaru 'ainun bakat min khasyyatillahi wa'ainun baatat tahrusu fii sabiillahi.''

Artinya:
''Ada dua mata yang tidak akan disentuh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah yang begadang berjaga dijalan Allah.''

(H.R. At-Tirmidzi; hadis hasan)

Diriwayatkan dari Abu Raihanah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

''Hurri matin naru 'ala ainin dama'at au bakat fii khaufil laili min khasyyatillahi wa hurri matin naru 'ala 'ainin sahirat fii sabiilillah.''

Artinya:

''Neraka di haramkan bagi mata yang menangis di kegelapan malam karena takut kepada Allah. Neraka di haramkan bagi mata yang begadang di jalan Allah.''

Beliau menyebutkan jenis mata ketiga, tetapi rupanya perawi tidak mendengarnya dengan jelas. Hadis di atas di keluarkan oleh Ahmad. Al-Hakim menilainya sebagai hadis sahih. Hadis ini dikeluarkan pula oleh Al-Jauzajani dengan redaksi:

''Hurri matin naru 'ala 'ainin sahirat bikataabillahi wa hurri matin naru 'ala 'ainin da ma'at min khasyyatillahi wa hurri matin naru 'ala 'ainin ghadhdhat 'an mahaari millahi aufuqi-at fii sabiilillah.''

Artinya:
''Neraka diharamkan bagi mata yang begadang karena membaca kitab Allah. Neraka diharamkan bagi mata yang menangis karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan bagi mata yang di congkel di jalan Allah.''

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

''Maa min 'abdin mu'minin yakhruju min 'ainihi dumuu'un wainkaana mitslara' sidzdzubab min khasyyatillahi tsumma tushiibu syai-an min hurri wajhihi illa harramahullahu 'alannar.''

Artinya:
''Seorang mukmin yang meneteskan air mata walaupun sebesar kepala lalat karena takut kepada Allah, lalu tetesan itu menyentuh bagian wajahnya maka Allah akan mengharamkan wajahnya di sentuh neraka.''

(H.R. Ibnu Majah)

Hadis diatas diriwayatkan pula secara mauquf dari selain Ibnu Mas'ud.

Ibnu Abi Ad-Dunya mengeluarkan sebuah riwayat dari Nufa'i Abu Dawud dari Zaid bin Arqam. Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Wahai Rasulullah, dengan apa neraka dapat di hindari?'' Beliau menjawab:

''Bidumuu'i ainaika fainna 'ainan nakat min khasyyatillahi laa tamassuhan naaru abada.''

Artinya:
''Dengan tetesan air kedua matamu. Sebab, mata yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan di sentuh oleh neraka selamanya.''

Dari jalur Thariq bin Sa'id diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda, ''Ketika seorang hamba meneteskan air mata karena takut kepada Allah. Allah mengaharamkan jasadnya masuk neraka. Jika air matanya membasahi pipinya, wajahnya tidak akan dikotori debu dan kehinaan. Seandainya seorang hamba menangisi suatu kaum, dengan tangisan itu, Allah akan menyelamatkan umat tersebut dari neraka. Setiap amal kebaikan memperoleh kebaikan setimpal, kecuali tangisan yang dapat memadamkan lautan api neraka.''

Hadis dengan makna serupa diriwayatkan secara mauquf berupa ucapan Al-Hasan, Abu 'Imran Al-Juni, Khalid bin Ma'dan, dan lainnya.

Zadan Abi Umar berkata, ''Telah sampai kepada kami bahwa siapa yang menangis karena takut neraka, Allah akan memberikan perlindungan kepadanya dari neraka. Siapa yang menangis karena merindukan surga, Allah akan menempatkannya disana.''

'Abdull Wahid bin Zaid berkata, ''Aduh saudaraku.., mengapa engkau tidak menangis karena rindu surga? Ingatlah siapa menangis karena rindu terhadap tuannya maka tuannya tidak akan mengaharamkannya untuk melihat dirinya. Aduh saudaraku.., mengapa engkau tidak menangis karena takut neraka? Ingatlah, siapa menangis karena takut neraka maka Allah akan memberikan perlindungan darinya.''

Diriwayatkan dari Farqad As-Sabkhi. Ia berkata, ''Saya pernah membaca dalam salah satu kitab bahwa orang yang menangis karena merindukan surga maka surga itu akan berkata kepada Rabb-nay, ''Ya Rabb, masukkanlah ia sebagaimana ia menangis karenaku.'' Neraka pun berkata, ''Ya Rabb, selamatkanlah ia dariku sebagaimana ia menangis karena takut memasukiku.''

Didalam hadis 'Abdurrahman bin Samrah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda, ''Pada malam aku di isra'kan...'' Beliau lalu menurunkan hadis yang panjang, diantaranya, ''Aku melihat salah satu seorang umatku berada di pinggir jurang jahanam. Rasa takutnya terhadap Allah menyelamatkannya terjerumus ke dalamnya. Aku pun melihat umatku meluncur ke dalam jahanam, tiba-tiba datanglah air matanya, yang keluar karena takut kepada Allah, untuk mengeluarkannya dari Jahanam.

Ayman meriwayatkan bahwa ia menerima riwayat dari Sahl bin Hammad, dari Mubarak bin Fudhalah, dari Tsabit, dari Anas. Ia berkata, ''Pada suatu kesempatan, Nabi Muhammad membaca ayat:



Download MP3

yaa ayyuhaaal ladziina aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaran waquuduhan naasu wal hijaaratu 'alayhaa mala-ikatu ghilaa dhun syidaa dun laa ya'shuunallaah ha maa amarahum wayaf'aluuna maayu' maruun

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. surah / surat : At-Tahriim Ayat : 6

Saat itu di dekat Nabi ada seorang berkulit hitam. Begitu mendengar ayat itu, ia menangis. Jibril a.s. kemudian turun dan bertanya kepada Nabi, ''Siapa orang yang menangis ini?'' Nabi menjawab, ''Seseorang dari Habsyi.'' Nabi lalu memujinya dengan kebaikan. Jibril berkata, ''Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman, ''Demi keagungan, kemuliaan dan ketinggian-Ku diatas Arasy-Ku, siapapu hamba yang menangis di dunia karena takut kepada-KU, ia akan banyak tertawa di surga.''

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Daftar Isi Posting The Road To Hell - Jalan Ke Neraka

Sekali Lagi tentang Keadaan Orang Yang Takut Neraka









Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Terimakasih Brader semua, atas Like This-nya atas Page Facebook The Road To Hell - Jalan Ke Neraka saat blogwallking kemaren, bagi yang belum silahkan di Like dulu ya, Klik Disini



Dan bagi brader yang belum merating di tunggu Donasi Ratingnya untuk blog kita ini, caranya di Merating Blog Road To Hell - Jalan Ke Neraka

Oke langsung kembali ke tema posting..
Diriwayatkan dari Anas, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

''Walladzi nafsu muhammadin biyadihi laura antum maa ra aita ladhahiktum qaliilan walabakaitum katsiran.''

Artinya:
''Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada pada genggaman-Nya. Jika kamu melihat apa yang aku lihat, pasti kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.''

Para sahabat lalu bertanya, ''Memangnya, apa yang engkau lihat, wahai Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Surga dan Neraka.''


(H.R. Muslim)


Diriwayatkan dari Ibnu 'Abas bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, bersabda:

''Maa kasafatis syamsu ra aitunnara falam ara mandharan kalyaumi qathu afdha'u minhaa.''

Artinya:
''Neraka di perlihatkan kepada saya setelah matahari tenggelam. Saya tidak melihat pemandangan yang lebih mengerika dari pada hari ini.''

(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)


Diriwayatkan dari A'masy, dari Mujahid, dari Ibnu 'Abbas secara marfu'. Ia berkata, ''Seandainya neraka diperlihatkan kepada manusia, siapa pun yang melihatnya akan mati.''



Abu Ya'la At-Maushuli mengeluarkan sebuah riwayat, dalam Musnad-nya dan kitabnya, berupa hadis Ibnu 'Umar, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Beliau menyampaikan khotbah, ''Janganlah kamu melupakan dua hal yang sangat dahsyat, yaitu surga dan neraka.'' Beliau lalu menangis sehingga air matanya mengalir di sela-sela janggutnya. Beliau meneruskan.

''Walladzii nafsu muhammadin biyadihi lauta'lamuuna maa a'lamu 'anil aakhirati lamasyaitum ilashu'udati walahatsaitum 'ala ru uusikumutturaba.''

Artinya:
''Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui tentang akhirat, kalian pasti akan menuju tempat-tempat yang tinggi, lalu meletakkan tanah ke kepala.''


Ibnu Abi Ad-Dunya menyampaikan sebuah riwayat dengan sanad menyambung kepada Mu'assir, dari Abdul A'la. Ia berkata, ''Ketika suatu majelis tidak menyinggung surga dan neraka, para malaikat berkata, lupakah kalian akan dua hal yang sangat dahsyat?''

Diriwayatkan dari 'Amir bin Yasaf, dari Yahya bin Abi Katsir. Ia berkata, ''Hati orang-orang yang takut berguncang oleh ingatan tentang keabadian di surga dan neraka.''

Ibnu As-Simak berkata, ''Hati orang yang mengenal Allah bergemuruh oleh ingatan tentang keabadian surga dan neraka.''

Diriwayatkan dari Abu Bakar Al-Muzanni bahwa Ibnu Musa Al-Asy'ari menyampaikan khotbah di Bashrah. Di dalamnya, ia menyinggung neraka. Ia lalu menangis sehingga air matanya bercucuran ke atas mimbar. Pada hari itu, orang-orang pun menangis dengan keras.

Diriwayatkan dari Ibrahim bin Muhammad Al-Bashri. Ia bercerita bahwa pada suatu ketika 'Umar bin 'Abdul 'Aziz memerhatikan seorang lelaki yang mukanya pucat. 'Umar bertanya kepadanya, ''Apa yang terjadi padamu?'' Ia menjawab, ''Sakit, wahai Amirul Mukminin.'' 'Umar bertanya lagi, ''Apa yang sebenarnya menimpanya?'' Ia tetap memberikan jawaban sama. Hal itu terulang sebanyak tiga kali. Akhirnya, lelaki itu berkata, ''Jika engkau ingin jawaban yang sesungguhnya, akan saya katakan. Saya mencicipi manisnya dunia, tetapi kami menganggap sepele kemegahan dan gemerlapnya. Bagi saya, batu dan emas itu sama saja. Saya melihat seolah-olah orang-orang digiring kedalam surga, sedangkan saya digiring keneraka. Sejak itu, saya tidak pernah tidur malam, dan pada siang harinya saya selalu berpuasa. Itu semua sangat kecil di bandingkan pengampunan Allah, pahala-Nya, dan siksa-Nya.''

Cerita di atas mirip dengan hadis Haritsah yang sangat masyhur, yaitu hadis yang diriwayatkan dari beberapa jalur secara mursal, tetapi musnad dan muttashil dari jalur Yusuf bin 'Athiyyah Ash-Shaffar ada yang menilai dhaif terhadapnya, dari Tsabit, dari Anas. Ia menyampaikan riwayat berikut:

''Annannabiyya S.A.W, qaala lisyaanin minnal anshari:
Kaifa ashbahta yaa haaritsah? Qaala: ashbahtu mu'minan billahi haqqan, undhur maa taquulu fainna likulli qaulin haqiiqah. Qaala: Ya Rasulallahi 'azifat nafsi 'anid dunya fa-ashartu laili wa adhma' tu nahaari waka-anni bi'arsyi rabbi baarizan waka-anni andhuru ila ahlil jannah yataza waruna fiihaa waila ahlin nar yata'a aunafiihaa Qalaa: Ubsirta falzam 'abdun nawwarallaahul imaani fii qalbih.''

Artinya:
''Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam bertanya kepada seseorang dari Anshar, ''Apa kabar, hai Haritsah?'' Ia menjawab, ''Wahai Rasulullah, aku hidup sebagai seorang mukmin sejati.'' Rasululla menjawab, ''Segala sesuatu mempunyai kebenaran sendiri. Lalu, apakah kebenaran kata-katamu?'' Haritsah berkata, ''Wahai Rasulullah, jiwaku telah membelakangi dunia. Malamku kulewatkan dalam keadaan berjaga. Siangku kujalani dengan penuh dahaga. Rasanya aku telah memandang Singgasana Tuhanku dan pertanggungjawaban sudah di tegakkan, rasanya aku memandang penghuni surga saling mengunjungi satu sama lain, dan aku mendengar jeritan penghuni neraka. Kemudian, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam berkata, ''Inilah hamba yang hatinya telah di sinari Tuhan!''


Hadis ini berkualitas mursal.

Ahmad bin Abi Al-Harawi berkata, 'Ali bin Abi Al-Hurr berkata, ''Allah SWT, menyampaikan wahyu kepada Yahya bin Zakaria a.s., ''Wahai Yahya, demi kemulian-Ku, seandainya engkau benar-benar melihat surga, tubuhmu mencair dan jiwamu akan keluar karena tak tahan menahan kerinduan. Seandainya engkau benar-benar melihat neraka, engkau akan mengeluarkan tangisan nanah. Setelah tangisan darah habis, engkau akan mengenakan baju besi setelah memakai baju dari karung goni.''

Ibnu Abi Ad-Dunya menyampaikan sebuah riwayat dengan sanad menyambung kepada Sufyan. Ia berkata, ''Suatu Ketika 'Umar bin Abdull 'Aziz tidak berbicara, sementara sahabat-sahabatnya ramai berbicara. Mereka kemudian bertanya, ''Mengapa engkau diam saja, wahai Amirul Mukmini?'' Ia menjawab, ''Saya sedang membayangkan betapa nikmatnya menjadi ahli surga. Mereka saling berkunjung. Saya pun memikirkan betapa sengsaranya ahli neraka. Mereka saling menjerit kesakitan.'' 'Umar kemudian menangis.

Mughits Al-Aswad berkata, ''Berziarah kuburlah engkau setiap hari seraya berpikir. Pikirkanlah dengan akalmu bagaimana mengumpulkan banyak kebaikan setiap hari. Saksikanlah tempat pemberhentian setiap hari dengan hatimu. Perhatikanlah tempat berpisahnya ahli surga dan ahli neraka dengan perasaanmu. Bawalah hati dan badanmu larut dalam mengingat neraka beserta siksanya.''

Shalih Al-Murri berkata, ''Menangis jika diikuti dengan hati akan mendorong berpikir tentang dosa. Jika tidak, hal itu akan mengingatkan tempat pemberhentian beserta kegentingan di hari kiamat. Jika tidak, hal itu akan mengingatkan tingkatan-tingkatan neraka.'' Ia kemudian berteriak dan tak sadarkan diri. Maka, berkumpullah orang-orang yang berada di Masjid.

Abu Sulaiman Ad-Darani bercerita bahwa Malik bin Dinar pada suatu malam menuju ke pekarangan rumah. Sementara, sahabat-sahabatnya di tinggalkan didalam rumah. Sementara, sahabat-sahabatnya di tinggalkan di dalam rumah. Sepanjang malam sampai subuh, ia terus berdiri. Ia berkata, ''Saya membayangkan diriku menjadi ahli neraka, sementara sahabat-sahabatku tidak peduli lagi dengan diriku yang terbelenggu oleh rantai.''

Said Al-Jarani menjelaskan sifat orang-orang yang takut, ''Jika membaca ayat yang menyinggung neraka, mereka berteriak ketakutan seolah-olah neraka berada di dekatnya.''


Al-Hasan berkata, ''Di antara hamba Allah, ada yang berperilaku seperti orang yang melihat ahli surga dengan keabadiannya dan ahli neraka yang sedang dalam keadaan disiksa.''

Al-Hasan berkata, ''Orang yang memercayai neraka merasakan bumi ini terasa agak sesak baginya. Seandainya neraka berada di belakangnya, orang-orang munafik tetap tidak akan memercayainya sebelum terjerembap terlebih dahulu ke dalamnya.''

Wahb bin Munabbih berkata, ''Seorang ahli ibadah dari kalangan Bani 'Israil berdiri di bawah terik matahari sampai warna kulitnya hitam. Orang yang melihatnya berkata, ''Seolah-olah orang ini terbakar api.'' Ahli ibadah itu menjawab, ''Ini baru mengngat neraka, lalu bagaiman kalau melihat langsung.''

Ibnu 'Uyainah mengatakan bahwa Ibrahim At-Taimi berkata, ''Aku membayangkan diriku berada di dalam surga. Aku menyantap buah-buahnya dan memeluk perawan-perawannya. Lalu, aku membayangkan diriku berada dalam neraka. Aku memakan pohon zaqqum dan meminum nanh. Aku pun melihat rantai dan belenggu. Kemudian, aku berkata kepada diriku sendiri, ''Apa yang engkau inginkan?'' Jiwaku menjawab, ''Aku ingin di kembalikan lagi ke dunia, lali beramal saleh yang banyak.'' Aku lalu katakan, ''Sekarang engkau benar-benar berada di dunia maka beramal salehlah.''


''Rabbanaa Atinaa fiddun-ya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'adzaabannar.''

''Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.''


''Allahumma inni as-alukal jannata wa'udzubika minannar.''

''Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka.''


Dibaca setelah tahiyat sebelum salam sebanyak 3 kali, lebih afdhol 7 kali



Baca Juga Ya:

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Api di Dunia dan Batu Takut Neraka Jahanam








Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Alhamdulillahi Rabbil'alamin, Ya Allah.
Hari ini umur saya masih bisa bertambah sehari, mudah-mudahan esok hari masih bisa bertambah lagi. Amin.

Bebatuan

Selain, makhluk-makhluk di post sebelumnya, ada pula riwayat yang menjelaskan bahwa bebatuan pun takut pada neraka. Allah SWT berfirman:



Download MP3

tsumma qasat quluubukum min ba'di dzaa lika fahiya kaal hijaarati au asyaddu qaswah wa-inna minaal hijaa rati lamaa yatafajjaru minhul anhaar wa inna minhaa lamaa yasysyaqqaqu fayakhruju minhul maa wa inna minhaa lamaa yahbithu min khasyyatillaah wa maallaahu bighaa filin 'ammaa ta'maluun

74. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungaidari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 74

Ibnu Ai Najih mengatakan dari Mujahid, ''Setiap batu mengalirkan sungai mata air karena takut kepada Allah SWT.''

Al-Jauzajani dan lainnya mengeluarkan riwayat dari jalur Mujahid, dari Ibnu 'Abbas. Ia berkata, ''Hajar (Aswad) jatuh ke bumi karena takut kepada Allah SWT.''

Api

Jahanam ternyata di takuti oleh api di dunia. Nufai Abu Dawud meriwayatkan dari Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda:

''Innanarakum haadzihi jur un min sab'ina jur an minaara jahannam walaulaa annahal uthfiat bilmaai marra taini maa intafa'tum bihaa wa innahaa latad ullaha 'azza wa jalla anlaa yu'iidahaa fiihaa.''

Artinya:
''Sesungguhnya api kalian di dunia ini merupakan satu dari 70 bagian Jahanam. Seandaianya Allah tidak mendinginkannya terlebih dahulu dengan air sebanyak dua kali, kalian tidak dapat memanfaatkannya. Api ini senantiasa berdoa kepada Allah 'Azza wa Jalla agar tidak di kembalikan lagi ke Jahanam.''

Hadis di atas di keluarkan oleh Ibnu Majah. Ada yang menilai dha'if terhadap Nufai'. Hadis di atas diriwayatkan secara mauquf kepada Anas.

Al-Hakim mengeluarkan sebuah riwayat dari Jisr bin Farqad, dari Al-Hasan, dari Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda:

'' Naarukum haadzihi jur un min sab'iina jur an min naari jahannam walaulaa ghumisat fil bahri marra taini maa intafa'tum bihaa wa aimullahi in kaanat lakaa fiya tan wa innahaa latad 'ullaha wa tastajiirullaha anlaa yu'iidahaa finnaari abadan.''

Artinya:
Sesungguhnya api kalian (didunia) ini merupakan satu dari 70 bagian Jahanam. Seandainya Allah tidak menenggelamkannya terlebih dahulu ke dalam lautan sebanyak dua kali, kalian tidak dapat memanfaatkannya. Demi Allah, itu saja sudah cukup. Api ini senantiasa berdoa kepada Allah 'Azza wa Jalla agar tidak di kembalikan lagi ke neraka untuk selamanya.''

Al-Hakim berkata, ''Hadis di atas sanadnya sahih, tetapi perlu di teliti lagi karena Jisr bin Farqad dinilai dha'if

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Ad-Dunya dengan sanad dari Abu Raja'. Ia berkata, ''Ketika Ibrahim di lemparkan ke dalam api, Allah berfirman kepada api, ''Jika engkau sampai melukai dan menyakitinya, Aku akan kembalikan engkau ke Neraka.'' Api itu tak sadarkan diri selama tiga hari sehingga manusia tidak dapat memanfaatkannya.''

Diriwayatkan dari Abu 'Imran Al-Juni. Ia berkata, ''Telah sampai kepada kami bahwa, ''Abdullah bin 'Amr mendengar suara api. Ketika di tanya, ia menjawab, ''Demi Dzat yang jiwaku berada pada genggaman-Nya. Itu adalah suara api yang memohon agar tidak di kembalikan ke neraka.''

Al-A'masy meriwayatkan dari Mujahid. Ia berkata, ''Api kalian ini memohon perlindungan dari api Jahanam.''


Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Hadza Wallahu Yar ana, Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Makhluk Selain Manusia pun Takut Neraka : Malaikat









Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Di antara semua makhluk, malaikat adalah makhluk yang paling mulia. Mereka pun di ancam dengan neraka bila bermaksiat. Mereka juga takut terhadap neraka. Allah SWT, berfirman:



Download MP3

waq aa luu ittakha dz a al rra h m aa nu waladan sub haa nahu bal 'ib aa dun mukramuun a

26. Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan [958],
[958]. Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.
surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 26



Download MP3

l aa yasbiquunahu bi a lqawli wahum bi-amrihi ya'maluun a

27. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 27



Download MP3

ya'lamu m aa bayna aydiihim wam aa khalfahum wal aa yasyfa'uuna ill aa limani irta daa wahum min khasyyatihi musyfiquun a

28. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat

[959] melainkan kepadaorang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
[959]. Lihat no. 46. 325 dan 326.
surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 28



Download MP3

waman yaqul minhum innii il aa hun min duunihi fa dzaa lika najziihi jahannama ka dzaa lika najzii al zhzhaa limiin a

29. Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain dari pada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.

Telah masyhur dari sekelompok sahabat, tabi'in dan generasi sesudahnya bahwa Harut dan Marut, setelah melakukan maksiat, disuruh memilih antara siksa dunia apa siksa akhirat. Mereka memilih siksa dunia karena mereka tahu bahwa siksa dunia akan berakhir. Hadis ini tergolong marfu' dan berasal dari hadis Ibnu 'Umar, dari Nabi Muhammad SAW, serta di keluarkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Namun, ada yang mengatakan bahwa hadis ini mauquf kepada Ka'ab.

Imam Ahmad mengeluarkan sebuah riwayat dari Anas, dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril a.s, ''Mengapa saya belum pernah melihat Mika'il tertawa?'' Jibril menjawab, ''Semenjak neraka di ciptakan' Mika'il tidak pernah tertawa.''

Di dalam kitab Az-Zuhd terdapat hadis dari Abu Al-Juni. Ia berkata, ''Telah sampai kepada kami bahwa Jibril menangis. Rasul bertanya, ''Mengapa engkau menangis wahai Jibril?'' Jibril menjawab, ''Kedua mataku tidak pernah kering semenjak Jahanam di ciptakan karena takut aku bermaksiat kepada-Nya, lalu di lemparkan ke dalamnya.'' Hadis ini diriwayatkan pula secara mursal dari beberapa jalur.

Ath-Thabrani mengeluarkan sebuah hadis dari Muhammad bin Ahmad, dari ayahnya, dari 'Imran, bahwa Jibril datang menemui Nabi sambil bersedih sehingga tidak mau mengangkat kepala. Nabi bertanya, ''Mengapa engaku bersedih?'' Ia menjawab, ''Saya melihat Jahanam sehingga rohku tidak mau kembali padaku.''

Ath-Thabrani pun mengeluarkan sebuah riwayat melalui jalur Salam Ath-Thawil, dari Al-Ajlah Al-Kindi, dari 'Adi Al-Kindi, dari 'Umar bin Al-Khaththab. Ia berkata, ''Jibril datang menemui Nabi dalam keadaan biasanya. Nabi kemudian bertanya, ''Wahai Jibril, mengapa mukamu pucat?'' Ia menjawab, ''Aku tidak datang kepadamu, kecuali untuk mengabarkan bahwa Allah telah memerintahkan untuk menyalakan neraka.'' Nabi bersabda lagi, ''Jelaskan kepadaku neraka dan sifat-sfatnya!'' Jibril kemudian menyampaikan sebuah hadis-Insya Allah akan di kemukakan secara lengkap di post selanjutnya.

Nabi bersabda, ''Cukup, wahai Jibril. Jangan biarkan hatiku copot yang karenanya aku akan mati.'' Nabi kemudian memerhatikan Jibril yang sedang menangis. Nabi bertanya, ''Engkau menangis, wahai Jibril, padahal posisimu di hadapan Allah begitu dekat?'' Jibril menjawab, ''Aku lebih pantas menangis dari padamu. Bagaiamana aku tidak menangis sebab bisa saja, aku menurut ilmu Allah tidak sesuai dengan posisiku sekarang. Aku tidak tahu, boleh jadi, aku di uji oleh-Nya sebagaimana Iblis yang sebelumnya bersama para malaikat. Siapa tahu pula aku akan di uji sebagaimana Harut dan Marut.'' Mendengar jawaban itu, Nabi pun menangis bersama Jibril. Mereka tidak berhenti menangis sampai terdengar panggilan, ''Wahai Muhammad, wahai Jibril, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjamin kalian tidak akan bermaksiat kepada-Nya.'' Jibril kemudian berpamitan. Sementara Nabi ke luar rumah. Di perjalanan, beliau berpapasan dengan kelompok orang yang yang sedang tertawa. Beliau menegur, ''Kalian tertawa, padahal di belakang kalian pasti ada Jahanam? Seandainya kalian tahu apa yang ku ketahui, kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pasti tidak mau makan dan minum. Kalian pasti akan menuju tempat-tenpat tinggi untuk memohon kepada Allah.'' Tiba-tiba, terdengarlah seruan, ''Wahai Muhammad, janganlah kamu membuat hamba-Ku berputus asa. Aku mengutusmu untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.'' Nabi Muhammad SAW, kemudian bersabda, ''Istiqamahlah dan dekatilah Allah.''

Salam Ath-Thawil adalah orang yang lemah.

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Fudhalah dari guru-gurunya. Ia berkata, ''Allah SWT, mempunyai para malaikat yang tidak pernah tertawa semenjak Jahanam diciptakan karena takut Allah akan murka kepada mereka lalu menyiksanya.''

Dengan sanad dari Bakr Al-'Abid, Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ''Saya bertanya kepada teman dekat Ibnu Abi Laila yakni Abu Al-Hasan, apakah para malaikat pernah tertawa?'' Ia menjawab, ''Mereka tidak pernah tertawa semenjak Jahanam diciptakan.''

Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir bahwa ketika neraka diciptakan, hati para malaikat terlepas dari tempatnya. Ketika Bani Adam diciptakan, hati hati pun kembali lagi.

Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir bahwa ketika neraka di ciptakan, hati para malaikat copot dari tempatnya. Ketika Bani Adam diciptakan, hati mereka pun kembali lagi.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Wallahu Yar'ana Wayahfadna , Walhamdulillahi Rabbil'alamin

e-referrer.com