Kamis, 20 Juni 2013

Cerita Dewasa Gadis Jilbab : Pengakuan Kisah Gadis Jilbab si Devi Cantik, Luar Biasa!




















Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''

Dear Ukhti,
Nama aku Devita, aku ingin berbagi pengalaman tentangg jilbabku, and aku berharap pengalaman aku bisa jadi pelajaran buat banyak orang… sebenernya cerita ini udah aku posting di note aku cuma aku kepingin berbagi lagi dengan para hijaber yg lainnya. semoga bermanfaat amiiin


Bismillahirrahmanirrahim,

Aku bukan orang solehah tapi aku berusaha untuk menjalankan agamaku dengan sebaik-baiknya agar menjadi muslimah solehah dimata Allah… aku bukan ustadzah tapi aku ingin sekali mengajak sodara-sodara aku untuk sama-sama belajar dan menjalan agama Islam dengan baik karena aku sendiri masih jauh dari paham tentang agama karenanya wajib buat kita belajar dan belajar memahami agama kita dan menjalankannya dengan baik terutama tentang kewajiban sebagai muslimah, Insya Allah…

Aku sebenarnya merasa senang melihat sekarang muslimah menggunakan jilbab dimana-mana, mereka menggunakan jilbab dengan bebas tanpa ada rasa takut, tanpa merasakan cibiran atau hinaan, mereka bebas menggunakan jilbab dengan berbagai model yang cantik dan anggun tidak seperti aku ketika pertama kali menggunakan jilbab.


Tahun 1996, adalah tahun pertama kali aku memutuskan hijrah untuk memakai jilbab. Berawal dari sebuah mimpi diberi selembar kain putih panjang oleh seorang kakek-kakek dengan sebuah pesan, “Tutuplah kepalamu dengan kain ini.”

Kemudian aku membicarakan peristiwa mimpi itu ke pak Muhidin (semoga beliau dan keluarganya selalu diberkahi Allah, amiiin), beliau adalah guru bahasa indonesia aku saat SMP sekaligus juga tempat aku curhat tentang agama dan pembimbing agama aku. Aku masih sangat ingat ketika beliau berkata, “ini saatny kamu hijrah, gunakan jilbabmu untuk menutupi kepala, dan jadikan jilbabmu tameng yg melindungi hati dan prilakumu.” Saat itu aku belum yakin apakah aku bisa menggunakan jilbab, karena pada saat itu usia aku masih 15 tahun dan saat itu berjilbab adalah salah satu hal yang langka dijumpai kecuali oleh ibu-ibu guru yg mengajar disekolah-sekolah Islam atau orang-orang yang benar-benar menggunakan jilbab secara utuh dan sebenar-benarnya jilbab.

Dan pada saat itu orang masih banyak yang meremehkan orang berjilbab bahkan tak jarang dikota aku fitnah-fitnah pun banyak disebar untuk merusak jilbab itu sendiri. Dari mulai jilbab pembawa maut sampai hantu payung, yang semuanya itu merusak citra jilbab, tidak jarang kantor-kantor pun jarang sekali yang mau menerima karyawan berjilbab boleh dibilang tidak ada. Karena itu hatiku pada saat itu sedikit ragu apakah aku mampu menggunakan jilbab sesuai pesan guru dan kakek dalam mimpi aku…???


Tapi entah kekuatan dari mana, akhirnya aku mulai mengumpulkan pakaian-pakaian panjang, dari mulai celana panjang, rok panjang, kemeja lengan panjang, dan jilbab-jilbab waktu aku sekolah SMP pun mulai aku kumpulkan dan aku cuci.

Dengan bismillah aku mulai menggunakan jilbab secara sembunyi-sembunyi. Alhamdulillah aku lahir di keluarga yg cukup ada, tapi orang tua aku terlalu sibuk dengan karir hingga mereka tidak mengenal akan agama, walopun mereka kurang perhatian terhadap agama tapi mereka berusaha memberikan pendidikan agama yg bagus kepada anak-anaknya, hanya saja terkadang prilaku mereka saat itu sangatlah jauh dari agama dikarenakan terlalu sibuk dengan urusan dunia.

Disaat orang tua aku tahu aku mulai berjilbab di sekolah, mereka luar biasa marahnya, papah aku sampai tega ngusir aku keluar dari rumah walaupun akhirnya dicegah oleh mamah aku. Ketika orang-orang disekitar aku tau klo aku berjilbab mereka mulai beramai-ramai mencemooh aku, mentertawakan aku, aku masih ingat dengan jelas sampai sekarang kata-kata yang sering mereka ucapkan, “Buat apa berjilbab kalo celana dalem melorotkan gak ketauan.” Astagfirullah… malah kadang-kadang cemoohan kata-kata yang pedas sering aku terima dari sodara dan tetangga dari mulai dianggap sok alim, sok suci sok agamis, ga akan laku, orang berjilbab susah kerja, kepalanya banyak boroknya, banyak kutunya dll…

Saat itu dikeluarga aku hanya kakak lakilaki aku satu-satunya orang yang mensupport aku. Aku ingat malam itu kami akan pergi makan malam diluar, dan aku menggunakan jilbab aku, tiba-tiba papah aku bilang ga jadi keluar kalau aku tetap memakai jilbab, atau aku ga usah ikut… saat itu hati aku sakit sekali, dan tiba-tiba kakak lelaki aku memeluk dari belakang dan berkata,”udah sana naek mobil biar entar aa yg bilang ke papah.”

Subhanallah ujian yang aku terima saat itu benar-benar berat sampai-sampau aku memutuskan untuk keluar dari rumah itu, semua baju udah aku masukkan ke dalam tas. Aku ingat saat itu air mata aku gak pernah berhenti mengalir tapi ntah kekuatan dari mana yang bikin aku tetap teguh pada pendirian aku. Aku juga mulai mencari-cari kerja, ngelamar ke kantor pos sebagai freelance sampai ngelamar sebagai pelayan toko, alhamdulillah saat itu aku ditemani sepupu aku, tapi sayangnya semua tertutup bagi orang berjilbab.


Sekalipun terasa sulit aku tidak pernah putus harapan, aku yakin Allah memiliki rencana indah dibalik peristiwa yang aku alami ini. Suatu malam orang tua aku memanggil aku kedalam kamarnya, tiba-tiba papah aku memberi pilihan copot jilbab aku atau keluar dari rumah…!!! astagfirullah hatiku nangis tapi tak henti-hentinya hati ku berdoa agar Allah melunakkan hati kedua orang tua aku terutama papah aku. Tapi yang namanya seorang ibu, bagaimanapun tidak akan tega anaknya keluar dari rumah, kemudian mamah aku bilang, “jangan keluar dari rumah ini, lebih baik kamu boleh pakai jilbab kamu kalau ke sekolah aja, tapi kalau pergi kemana-mana dicopot ya… dan mamah minta tas berisi pakaian yg dikolong kasur dimasukan kembalike lemari.” Rupanya mamah aku melihat tas yang sudah aku persiapkan untuk pergi dari rumah. Subhanallah, saat itu aku tidak merasa takut sedikitpun kepada orangtua aku, aku yakin Allah akan bersama aku, dan aku katakan kalau aku tidak akan pernah mencopot jilbab aku sampai aku mati…!!! Kemanapun aku pergi dimanapun Demi Allah aku akan selalu menggunakan jilbab aku. Mendengar kata-kata aku, papah aku luar biasa marahnya, papah kemudian menyuruh aku keluar dari kamar saat itu, dan saat itu aku berusaha untuk keluar dari rumah tapi lagi-lagi mamah aku mencegahnya.

Sejak kejadian malam itu, papah menjadi sangat asing buat aku. Aku anaknya seperti bukan anaknya. Aku seperti tidak ada buat papah saat itu, aku merasa asing, subhanallah aku bener-bener terpukul saat itu dan tempat aku curhat hanyalah Allah dan guru bapak aku ibu elly (semoga Allah memberkahi beliau dan keluarganya). Dan cemoohan, hinaan dan kata-kata kasar menjadi makanan buat aku setiap bertemu saudara dan tetangga, tapi lagi-lagi itu tidak membuat aku kecil hati, Allah lah yg membuat aku kuat. Sampai beberapa bulan akhirny papah mulai mau berbicara lagu dengan aku, dan itu semua berkat mamah.

Kemudian 6 bulan kemudian ketika aku selesai berwudhu dan hendak shalat isya, tiba-tiba papah memanggil aku ke kamarnya, dan papah meminta aku mengajarkannya mengaji… subhanallah Allah telah mengabulkan doa aku dan akupun menangis saat itu, **saat menulis ini tidak terasa air mata aku mengalir mengingat moment saat itu.

Setelah malam itu, papah mulai rajin membaca Al-Qur’an. Mulai rajin mengumpulkan buku-buku metode belajar Al-Qur’an hingga membeli kaset-kaset mengaji. Dan suatu malam ketika aku ngobrol-ngobrol dengan mamah dan papah di kamar mereka, papah berkata,”Papah kepingin sekali ke ke tanah suci,”. Allahuakbar, aku langsung berkata, “Insya Allah, papah dan mamah akan melihat rumah Allah.”


Dan alhamdulillah tahun 1998 kedua orang tua aku berangkat ke tanah suci, subhanallah, alhamdulillah selalu ada hikmah disetiap peristiwa yang Allah berikan.


Sejak itu hingga saat ini papah dan mamah mulai mendekatkan diri dengan agama, setiap hari setiap malam papah selalu menyempatkan untuk mengaji terutama di bulan ramadhan, semoga Allah selalu memberkahi mereka berdua…amiiin

Lalu kakak dan adik aku mulai menggunakan jilbab, beberapa tahun kemudian orang-orang yang mencemooh aku dan menghina aku mulai juga menggunakan jilbab, subhanallah aku benar-benar senang melihatnya, apalagi sekarang ini yang namanya jilbab bukan lagi hal asing… dimana-mana orang menggunakan jilbab mungkin syi’ar Islam semakin kuat dari para penda'wah-pendawah dipelosok negeri. Hanya saja kadang-kadang hati aku sedih kalo aku ke kampung melihat para ibu-ibu berjilbab namun disaat-saat waktu sholat banyak yang tidak mau menunaikan sholat malah asik ngerumpi, dan sayangnya tidak hanya ibu-ibu dikampung, para gadis dikota-kota juga gak jarang berkeliaran saat waktu sholat terutama saat magrib, menggunakan jilbab tapi berpelukan di jalan dengan bukan muhrimnya, menggunakan jilbab tapi merokok dipinggir jalan, menggunakan jilbab tapi diboceng motor dengan seluruh rok ke atas…astagfirullah… yang lebih parah sekarang banyak yang buka tutup jilbab di media sosial… kalo dia masih belajar seh masih bisa diterima tapi pake jilbab sementara di beberapa foto terpasang foto-fota dengan pose seksi dengan baju yg super ketat dan super mini… lagi-lagi aku Cuma istigfar, maaf bukanny berghibah tapi aku cuma merasa sedih melihat fenomena jilbab sekarang ini. Disaat banyak orang yg berusaha memperbaikin citra muslimah disaat yang sama banyak juga yang merusaknya.



Padahal mereka sebenarny beruntung tidak harus mengalami apa yang aku alami…tidak harus dicaci dan dimaki, tidak harus merasakan cemoohan, dan tidak harus menangis disaat ingin menutup kepalanya dengan jilbab. Tapi Demi Allah aku sendiri merasa bahagia mengalami hal-hal tersebut dengan begitu aku jadi semakin takut untuk melepas jilbab aku, aku semakin yakin dengan kekuatan Allah ketika kita bersabar, dan Insya Allah jilbab aku akan selalu menutupi tubuh aku sampai aku mati… amiiin

Duhai ukhtiku yang cantik,
Mari sama-sama kita gunakan jilbab tidak hanya sebagai penutup kepala, Tapi juga penutup hati kita,
Mari kita jadikan jilbab tidak hanya pelindung rambut kita, tapi juga pelindung hati kita dari perbuatan-perbuatan tercela.



Mari kita jadikan jilbab sebagai tameng buat kita dalam kehidupan kita, sebagai lahan ibadah kita agar kita bisa membuat para bidadari cemburu pada kita…
DAN STOP BUKA TUTUP JILBAB di SOSIAL MEDIA…!!!


Jangan rusak citra jilbabmu hanya untuk beberapa komentar dari kaum adam, karena sesungguhnya dirimu lebih cantik dengan jilbabmu.

Yuuu mari kita menutup aurat dengan baik, sebelum orang lain menutup auratmu dengan baik (yaitu dikafani/meninggal)…

Wassalamualaikum,

Devita Kusumawati
www.facebook.com/ibunyaAzzaliaHylmi



Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Al-Ankal : Tali Panjang Belenggu Penghuni Neraka Jahanam






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Kedua, al-ankal, yakni tali sebagaimana dikatakan Mujahid, Hasan, 'Ikrimah dan lainnya.

Menurut Abu Imran Al-Juni, al-ankal adalah demi Allah tali yang tidak dapat dilepaskan selamanya.

Bentuk tunggal dari kata ''ankal'' adalah ''naklun''. Tali-tali itu dinamai ankal karena tali tersebut dapat ,menahan penghuni neraka.

Abu Sinan meriwayatkan dari Al-Hasan, ''Demi keperkasaan Allah, para penghuni neraka dibelenggu bukan karena mereka dikhawatirkan mampu melemahkan Allah, tetapi mereka dibelenggu supaya mereka semakim merasakan siksa dalam neraka.''

Menurut Al-A'masy, ash-shafad artinya juga belenggu, seperti dalam firman Allah:

Q.S. Ibrahim [14]:49


Download MP3

watar aa a lmujrimiina yawma-i dz in muqarraniina fii a l-a sh f aa d i

[14:49] Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

Pada bagian awal telah dijelaskan dari Abi Shalih tentang firman Allah SWT:

Q.S. Al-Humazah [104]:9


Download MP3

fii 'amadin mumaddada tin

[104:9] (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Abu Shalih berkata, ''Yang dimaksud adalah tali yang panjang.''


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Al-Aghlal : Belenggu dan Rantai di Pasang di leher Penghuni Neraka






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Pertama, al-aghlaal, yakni belenggu yang dipasang di leher seperti yang di firmankan oleh Allah SWT di posting Rantai, Tali dan Belenggu Neraka, Siap Membelit Kita di Neraka Jahanam. Menurut Hasan bin Shalih, al-ghall artinya alat yang membelenggu satu tangan ke leher, lalu membelenggu keduanya ke leher. (Dikeluarkan oleh Ibu Abi Ad-Dunya)

Asbath mengatakan dari As-Sa'di, ghall adalah yang mengikat kedua tangan ke leher.

Ma'mar berkata dari Qatadah tentang firman Allah SWT.:

Q.S. Ibrahim [14]:49


Download MP3

watar aa a lmujrimiina yawma-i dz in muqarraniina fii a l-a sh f aa d i

[14:49] Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

Qatadah berkata, ''Diikat bersama-sama dengan tali dan belenggu.''

'Ainan bin Al-Ghushni berkata dari Hasan, ''Sesungguhnya belenggu-belenggu itu belum dipasang di leher penghuni neraka karena memang mereka lemah di hadapan Allah. Akan tetapi, ketika nyala api mengurung, belenggu itu membelenggu mereka.'' Mendengar ungkapan itu, Hasan jatuh pingsan.

Sayyar bin Hatim berkata, ''Telah menceritakan kepada kami Miskin, dari Hausyab, dari Hasan. Suatu ketika Hasan menyinggung neraka. Ia berkata, sungguh, andaikan belenggu neraka diletakkan diatas gunung, gunung itu akan melelehkan menjadi air hitam. Sungguh, andaikan satu hasta rantai di letakkan di atas gunung, gunung itu akan hancur.''

Ibnu Hatim meriwayatkan dengan jalur sanad dari Musa bin Abi Aisyah bahwa ia membaca firman Allah SWT.:

Q.S. Az-Zumar [39]:24


Download MP3

afaman yattaqii biwajhihi suu-a a l'a dzaa bi yawma a lqiy aa mati waqiila li l zhzhaa limiina dz uuquu m aa kuntum taksibuun

39.24. Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim:"Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan".

Ia berkata, ''Tangan mereka diikat dan ditarik dengan belenggu didalam neraka. Kemudian, mereka berupaya menahan siksa dengan wajahnya karena tangannya telah terikat sehingga mereka tidak mampu menghindarinya. Setiap jenis siksa mereka hadapi dengan wajahnya.''

Ia juga meriwayatkan hadis dengan jalur sanad dari Faidh bin Ishak, dari Fudhail bin 'Iyadh. Ketika Allah SWT, berfirman:

69:30
Q.S. Al-Haqqah [69]:30


Download MP3

khu dz uuhu faghulluuh

[69:30] (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya

Maka semua malaikat yang jumlahnya 70.000 akan segera memasangkan belenggu pada leher ahli neraka.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Rantai, Tali dan Belenggu Neraka, Siap Membelit Kita di Neraka Jahanam






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Q.S. Al-Insan [76]:4


Download MP3

inn aa a'tadn aa lilk aa firiina sal aa sila wa-aghl aa lan wasa'iir aa n

[76:4] Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Q.S. Saba' [34]:33


Download MP3

waq aa la al la dz iina istu dh 'ifuu lilla dz iina istakbaruu bal makru al layli wa al nnah aa ri i dz ta/muruunan aa an nakfura bi al l aa hi wanaj'alalahu and aa dan wa-asarruu al nnad aa mata lamm aa ra-awuu a l'a dzaa ba waja'aln aa a l-aghl aa la fii a'n aa qi al la dz iina kafaruu hal yujzawna ill aa m aa k aa nuu ya'maluun a

[34:33] Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak) sebenarnya tipudaya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya". Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Q.S. Al-Mukmin [40]:71


Download MP3

i dz i a l-aghl aa lu fii a'n aa qihim wa al ssal aa silu yus h abuun a

[40:71] ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,

Al-Mukmin [40]:72


Download MP3

fii a l h amiimi tsumma fii al nn aa ri yusjaruun a

[40:72] ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,

Q.S. Al-Haqqah [69]:30


Download MP3

khu dz uuhu faghulluuh u

69.30. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

Q.S. Al-Haqqah [69]:31


Download MP3

tsumma a lja h iima sh alluuh u

69.31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Q.S.Al-Haqqah [69]:32


Download MP3

tsumma fii silsilatin dz ar'uh aa sab'uuna dz ir aa 'an fa u slukuuh u

69.32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Q.S. Al-Muzammil [73]:12


Download MP3

inna ladayn aa ank aa lan waja h iim aa n

73.12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.

Q.S. Al-Muzammil [73]:13


Download MP3

wa th a' aa man dzaa ghu shsh atin wa'a dzaa ban a liim aa n

73.13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.


Ibnu 'Abbas membaca ungkapan ''Wassalaasilu yushabuun'' dengan me-nashab-kan kata ''salaasila'' dam memberi harakat fathah pada huruf ''ya'' pada kata ''yashabun'', yang berarti siksa itu lebih berat atas mereka, yakni mereka menyeret rantai. (Di keluarkan oleh Ibnu Abi Hatim)

Ayat-ayat diatas menjelaskan 3 jenis pengertian :
1. Al-Aghlaal,
2. Al-Ankal,
3. Salassil


Penjelasan selanjutnya akan kami terangkan di posting berikutnya karena agak panjang penjelasannya. Harap bersabar mengetahuinya ya, agar tak terburu-buru dalam mempelajari. Jangan hari ini dipelajari, esok di lupakan, sayangkan, semoga ilmu ini bermanfaat untuk diri kita pribadi, keluarga kita dan lingkungan yang kita cintai, yaitu orang-orang yang beriman kepada hari akhir dan yang ingat akan janji Allah kepada orang bertakwa dan shaleh.

Admin merasa ngantuk, takut tidak konsentrasi.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Tidak Henti-hentinya Berharap Hingga Maut Disembelih






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Penghuni neraka tidak henti-hentinya berharap mendapat kebebasan sampai maut di sembelih. Setelah itu, mereka tidak mempunyai harapan lagi. Mereka putus harapan, menyesal, berduka cita, dan bersedih.

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim di kemukakan riwayat dari Abu Sa'id, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, ''Pada hari Kiamat kelak, maut didatangkan seperti kibas belang. Lalu, maut dihentikan antara surga dan neraka. Kemudian, diseru, ''Wahai penghuni surga, apakah kamu kenal siapa ini?'' Mereka mendongak dan dan memandang, lalu menjawab, ''Ya, ini adalah maut.'' Kemudian diseru pula, ''Wahai ahli neraka, apakah kamu kenal siapa ini?'' Mereka mendongak dan memandang lalu menjawab, ''Ya, itu adalah maut.'' Kemudian diperintahkan supaya maut disembelih dan diseru, ''Wahai alhi surga, kamu tetap kekal dan tidak akan mati. Wahai ahli neraka, kamu juga tetap kekal dan tidak akan mati.'' Kemudian, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam, membaca ayat:

Q.S. Maryam [19:39]




wa-an dz irhum yawma a l h asrati i dz qu dh iya a l-amru wahum fii ghaflatin wahum l aa yu/minuun a

[19:39] Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Hadis diatas juga diriwayatkan AtiTirmidzi dengan tambahan redaksi, ''Seandainya Allah tidak menetapkan bagi penghuni surga kehidupan yang kekal, tentu mereka akan meninggal dengan bahagia. Seandainya Allah tidak menetapkan bagi penghuni neraka kehidupan yang kekal, tentu mereka akan mati dengan penuh kesedihan.''

Makna hadis serupa juga diriwayatkan At-Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Di antara redaksinya adalah ''Penghuni surga terlihat ketakutan karena kkhawatir dikeluarkan dari tempat semula, sedangkan penghuni neraka terlihat bahagia dan senang karena berharap di keluarkan dari tempatnya semula.''

Dalam riwayat At-Tirmidzi di sebutkan, ''Mereka bahagia sambil mengharap syafaat.''

Al-Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadis semakna dari Ibnu 'Umar, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Dalam riwayat ini ada tambahan redaksi, ''Penghuni surga semakin memperoleh tambahan kebahagiaan, sementara penghuni neraka memperoleh tambahan kesedihan.''

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Sa'id dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, dengan ringkas. Diantara redaksinya:

''Falau anna ahadaan maa farahaan lamaata ahlul jannati wa lau anna ahadaan maata huznaan lamaata ahlunnar.''

Artinya:
Seandainya ada yang meninggal dunia dalam keadaan bahagia, itulah penghuni surga. Seandainya ada yang meninggal dunia dalam keadaan sedih, itulah penghuni neraka.''

Ibnu Abi Hatim mengemukakan pula hadis di atas secara maknawi dengan sanad dari Ibnu Mas'ud, tetapi tidak marfu'. Di antara redaksinya adalah ''Penghuni surga dan penghuni neraka di kabari tentang keabadian mereka. Maka penghuni surga merasa sangat bahagia. Seandainya ada yang meninggal karena bahagia, merekalah orangnya. Sementara itu, penghuni neraka berteriak sejadi-jadinya. Seandainya ada yang meninggal karena teriakan, merekalah orangnya.'' Itu semua sesuai dengan firman Allah SWT:

Q.S. Al-Mu'min [40:18]



wa-an dz irhum yawma a l- aa zifati i dz i a lquluubu lad aa a l h an aa jiri k aats imiina m aa li l zhzhaa limiina min h amiimin wal aa syafii'in yu th aa ' u

[40:18] Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan dengan sanad dari Hisyam bin Hasan. Ia berkata, ''Suatu ketika 'Umar bin At-Khaththab melewati gundukan pasir sambil menangis, wahai Amirul Mukminin?'' Ia menjawab, ''Saya teringat penghuni neraka. Seandainya di dalamnya mereka kekal sesuai bilangan pasir ini, tentu mereka mempunyai batas waktu, tetapi ternyata tidak, mereka kekal di dalamnya.''

Makna riwyat ini disampaikan pula dari Ibnu Mas'ud, baik secara marfu' maupun mauquf.


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Doa Yang Bermanfaat Di Neraka Jahanam





Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Orang-orang mukmin yang berada di neraka karena maksiatnya maka doa yang di ucapkannya di neraka mendatangkan manfaat. Imam Ahamd mengemukakan hadis Abi Zhilal (Nama Asli Abu Zhilal ialah Hilal, para ulama menganggapnya dho'if) dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda, ''Ada seorang hamba dalam Jahanam yang menyeru selama 1000 tahun, ''Ya Hannan (Wahai Dzat Yang Maha Pengasih) ...Ya Mannan (Wahai Dzat Yang Maha Pemberi Anugerah). Allah berfirman kepada malaikat Jibril, ''Temui orang itu dan bawa ke hadapan-Ku!'' Lalu Jibril menemui hamba tadi. Jibril mendapati penghuni neraka telungkup sambil menangis. Jibril kembali kepada Allah dan menceritakan apa yang ia lihat di neraka. Allah berfirman, ''Bawa hamba itu ke hadapan-Ku! Ia ada di tempat ini... ini... Jibril lalu membawa hamba yang dimaksud ke hadapan Allah. Kepada hamba itu, Allah berfirman, ''Wahai hamba-Ku, apa yang kamu rasakan di neraka?'' Hamba itu menjawab, ''Tuhanku! Neraka sungguh tempat kembali yang paling buruk.'' Allah memerintahkan, ''Kembalikan hamba-Ku ini ke neraka!'' Hamba itu memelas, ''Wahai Tuhanku, aku tidak pernah menginginkan setelah Engkau keluarkan darinya, lalu Engkau mengembalikanku lagi. Allah kemudian berfirman, ''Tinggalkan hamba-Ku ini.''

Imam At-Tirmidzi mengeluarkan hadis dari jalur Rusydin bin Sa'd. Ia berkata bahwa Ibnu An'am telah memberitakan kepadaku, dari Abi Utsman, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda, ''Ada dua orang dalam neraka yang teriakannya sangat kencang. Allah berfirman, ''Keluarkan dua hamba itu!'' Ketika dua orang itu telah keluar, Allah bertanya, ''Mengapa kalian berteriak sangat kencang?'' Keduanya menjawab, ''Kami melakukan itu semata-mata agar Engkau mengasihi kami.'' Allah berfirman, ''Rahmat dan Sayang-Ku untuk kalian ke neraka seperti semula!'' Keduanya lalu pergi menuju neraka. Salah seorang dari mereka menceburkan diri ke dalamnya. Allah menjadikan baginya dingin dan selamat. Namun, seorang lagi tidak mau melakukannya. Allah bertanya kepadanya, ''Apa yang mencegahmu dari menceburkan diri ke dalam neraka sebagaimana sahabatmu?'' Ia menjawab, ''Aku sungguh menginginkan tatkala Engkau mengeluarkanku dari Neraka agar tidak mengembalikanku lagi kesana.'' Allah lalu berfirman, ''Untukmu apa yang kau inginkan.'' Akhirnya, kedua orang itu dimasukkan ke dalam syurga semata-mata karena rahmat Allah SWT''. (Menurut Imam Tirmdizi sanad hadis ini lemah)

Dalam Shahih Muslim dikemukakan riwayat dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda, ''Ada empat orang dikeluarkan dari neraka lalu dihadapkan kepada Allah. Salah seorang di antara mereka berkata, ''Wahai Tuhanku, tatkala Engkau mengeluarkanku dari sana, aku mohon Engkau tidak mengembalikanku lagi ke sana!'' Kemudian, Allah menyelamatkan hamba itu dari neraka.''

Hadis ini juga dikeluarkan Ibnu Hibban dalam Shahih-Nya. Diantara redaksinya adalah, ''Hamba itu menoleh dan berkata, ''Wahai Tuhanku, ini bukanlah yang aku harapkan dari-Mu.'' Allah bertanya, ''Lalu, apa harapanmu?'' Ia menjawab, ''Harapanku ialah ketika Engkau mengeluarkanku dari neraka, kiranya Engkau tidak mengembalikanku lagi kesana.'' ALLAH kemudian merahmati dan memasukkannya ke surga.''

Imam Ahmad mengeluarkan riwayat 'Ali bin Zaid bin Zaidan, dari Ibnu Al-Musayyabab, dari Abi Sa'id, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, beliau bersabda, ''Ada dua orang yang paling akhir ALLAH keluarkan dari neraka. Kepada salah satunya, ALLAH berfirman, ''Wahai anak Adam, apakah yang telah engkau siapkan untuk menyonsong hari ini (Akhirat)? Apakah engkau melakukan amal kebaikan? Tidak, Wahai Tuhanku! Kemudian, ia diperintahkan dikembalikan ke neraka. Ia adalah ahli neraka yang paling menyesal. Kepada yang satunya, ALLAH bertanya, ''Apa yang telah engkau persiapkan untuk menyongsong hari ini (akhirat)? Apakah engkau berbuat kebaikan? Atau berharap penuh kepada-KU?'' Ia menjawab, ''Tidak wahai Tuhanku, kecuali bahwa aku banyak berharap kepada-Mu.'' Lalu, ditegakkanlah sebuah pohon untuknya.''

Hadis ini selanjutnya menjelaskan bahwa ia masuk ke dalam syurga dan mendapatkan kenikmatan di dalamnya.

Hannad bin As-Sary mengeluarkan riwayat dari jalur Abi Harun Al-Abdi (Ia sangat dha'if), dari Abi Sa'id Al-Khudri, dari Nabi Muhammad Shallallahi 'Alaihi Wassalam, ''Ada sekelompok orang yang dimasukkan ALLAH ke dalam neraka, kemudian neraka membakarnya sampai mereka menjadi arang hitam. Mereka adalah penghuni neraka paling atas. Mereka kemudian mengharapkan pertolongan kepada ALLAH, ''Wahai Tuhan kami, keluarkan kami dari neraka. Jadikan kami berada di balik tembok (neraka) ini.'' Seketika itu, mereka sudah ada di balik tembok. Mereka sekarang melihat bahwa tembok itu tidak memberikan manfaat apa-apa. Mereka sekarang melihat bahwa tembok itu tidak memberikan manfaat apa-apa. Mereka kembali memohon, ''Tuhan kami! Jadikan kami berada dibalik pagar-pagar (neraka) ini. Kami janji tidak akan meminta lain lagi setelah itu.'' Kemudian, ALLAH mengangkatkan sebuah pohon hingga mereka terbebas dari panas api neraka.''

DOA YANG BERMANFAAT Di DUNIA, SILAHKAN DI BUKA LINKNYA, ATAU MAU MENYESAL???:(








Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


e-referrer.com