Minggu, 18 November 2012

Sakit atau Meninggal Dunia Karena Ingat Neraka Jahanam








Di antara ulama salaf, ada yang sakit, bahkan meninggal dunia karena ingat neraka.

Al-Hasan menjelaskan sifat orang-orang yang takut sebagai berikut, ''Rasa takut telah membuat badan mereka kurus bagaikan anak panah, orang yang melihatnya akan mengatakan bahwa seorang mereka sakit, padahal mereka tidak sakit. Ketika mengingat akhirat, mereka menghadapi persolan yang sangat besar.''

'Umar bin Al-Kaththab r.a. mendengar seseorang yang sedang melaksanakan shalat tahajud membaca surat Ath-Thur. Ketika bacaannya sampai pada ayat:



Download Mp3

inna 'a dzaa ba rabbika law aa qi' un

7. sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, surah / surat : Ath-Thuur Ayat : 7



Download Mp3

m aa lahu min d aa fi' in

8. tidak seorangpun yang dapat menolaknya, surah / surat : Ath-Thuur Ayat : 8

'Umar lalu berkata, ''Demi Pemilik Ka'bah, sumpah yang benar.'' Setelah peristiwa itu, Umar sakit selama sebulan. Orang-orang yang menjenguknya tidak tahu penyakit apa yang sedang menimpanya.

Sekelompok ahli ibadag dari Basrah sakit karena takut. Mereka tidak ke luar dari rumahnya. Dia antara mereka adalah Al-'Ala' bin Ziyad dan 'Atha As-Sulami. Bahkan, 'Atha terus berbaring di tempat tidurnya selama beberapa tahun. Mereka pun berpendapat bahwa sakit yang menyebabkan wafatnya 'Umar bin 'Abdil 'Aziz adalah rasa takut ini.

Imam Ahmad mengeluarkan sebuah riwayat dari Husain bin Muhammad, dari Fudhail, dari Muhammad bin Mutharrif. Ia mengatakan bahwa seorang yang terpercaya telah memberitakan kepadanya bahwa seorang pemuda dari Anshar di rasuki rasa takut. Ia kemudian tidak keluar dari rumahnya. Ketika Nabi Muhammad S.A.W, menjenguknya, ia berdiri dan memeluknya. Ia lalu berteriak dan tersungkur dan akhirnya meninggal dunia. Nabi Muhammad S.A.W, kemudian bersabda, ''Uruslah jenazah sahabat kalian ini, ketakutannya terhadap neraka telah menghentikan detak jantungnya.''

Hadis di atas diriwayatkan pula oleh Ibnu Al-Mubarak, dari Muhammad bin Mutharrif.

Dari jalur lain secara muttashil, Ibnu Abi Ad-Dunya telah mengeluarkan sebuah riwayat dari (tsana) Al -Hasan bin Yahya, dari (tsana) Khazim bin Jabalah bin Abi Nadharah Al-'Abdi, dari Abu Sinan, dari Al-Hasan, dari Hudzaifah. Ia bercerita bahwa salah seorang pemuda pada masa Nabi Muhammad SAW, selalu menangis jika ingat neraka. Itulah yang menyebabkan ia tertahan terus di dalam rumahnya. Nabi mendengar hal itu lalu mendatangi pemuda itu. Begitu melihat Nabu, ia berdiri menyambut dan memeluknya. Ia lalu berteriak dan tersungkur dalam keadaan sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW, kemudian bersabda, ''Uruslah jenazah sahabat kalian ini. Takut neraka telah menghentikan detak jantungnya. Demi Dzat yang jiwaku berada pada genggaman-Nya, ia telah memohon perlindungan kepada Allah dari neraka. Siapa mengharap sesuatu, ia akan mencarinya. Siapa takut sesuatu, ia akan lari darinya.''

Hadis diatas yang paling benar berkualitas mursal. Al-Hafizh Ibnu Mukhallad Ad-Dauri mengatakan bahwa hadis dari Khazim bin Jabalah tidak perlu di tulis.

Hafsh bin 'Umar Al-Ja'fi bercerita bahwa Dawud Ath-Tha'i menderita sakit selama beberapa hari. Penyebabnya, ia membaca ayat yang menyinggung neraka. Pada malam harinya, ia membaca ayat itu berulang kali. Keesokan harinya, ia pun sakit. Orang-orang menemukannya telah meninggal dunia, sedangkan kepalanya tersungkur di lantai. Riwayat ini di keluarkan oleh Abu Nu'aim.

Hafsh, Ibnu Abi Ad-Dunya dan lainnya menyampaikan sebuah riwayat dari jalur lain mengenai kisa Manshur bin 'Ammar. Di Kufah, suatu ketika Manshur mendengar seseorang sedang bermunajat di malam hari. Manshur kemudian membaca ayat.



Download Mp3

y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu quu anfusakum wa-ahliikum n aa ran waquuduh aa al nn aa su wa a l h ij aa ratu 'alayh aa mal aa -ikatunghil aats un syid aa dun l aa ya' sh uuna al l aa ha m aa amarahum wayaf'aluuna m aa yu/maruun a

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. surah / surat : At-Tahriim Ayat : 6

Tiba-tiba Manshur mendengar teriakan, kemudian tidak terdengar suara apa-apa lagi. Manshur pun berlalu. Keesokan harinya, Manshur kembali ke tempat itu. Ia melihat orang-orang sedang mengeluarkan jenazah. Manshur bertanya perihal jenazah itu. Ibunya yang tidak mengenal Manshur menjawab, ''Seorang lelaki tadi malam melintas di dekat rumah anakku yang sedang melaksanakan shalat. Lelaki itu kemudian membaca salah satu ayat Al-Qur'an. Tiba-tiba, anakku berteriak dan jatuh dalam keadaan sudah meninggal dunia.''

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Ad-Dunya dari Muhammad bin Al-Husain. Ia mengatakan bahwa sebagian sahabatnya telah menyampaikan beriata dari 'Abdul Wahhab. Ia bercerota bahwa lelaki lewat di hadapannya. Lelaki itu memandang bara api dalam tungku. Tiba-tiba ia jatuh. Kami segera menghampirinya, dan kami menemukannya telah meninggal dunia.

Ibnu Abi Ad-Dunya pun menyampaikan sebuah riwayat dari Al-Bukhtari bin Yazid, dari Haritsah Al-Anshari, bahwa seorang ahli ibadah berdiri memerhatikan api dalam tungku. Ia lalu menangis, menjerit, dan meninggal dunia.

Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ''Telah menceritakan kepadaku 'Abdurrahim bin Mutharrif bin Qudamah Ar-Rawasi, dari ayahnya, dari tuannya. Ia bercerita, ketika Al-Manshur bin Al-Mu'tamir meninggal dunia, ibunya menjerit, ''Anakku terbunuh.. Jahana,.. Ia meninggal karena takut Jahanam.''

Diriwayatkan dari jalur lain bahwa 'Ali bin Fudhail meninggal dunia setelah mendengar ayat:



Download Mp3

walaw tar aa i dz wuqifuu 'al aa al nn aa ri faq aa luu y aa laytan aa nuraddu wal aa nuka dzdz iba bi- aa y aa ti rabbin aa wanakuuna mina a lmu/miniin a

27. Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). surah / surat : Al-An'am Ayat : 27

Yunus bin Abdul A'la berkata, ''Abdullah bin Wahb membacakan Kitab Al-Ahwal. Ketika pembahasan sampai bab tentang sifat neraka, ia tak sadarkan diri. Ia wafat beberapa hari setelah itu.'' Semoga Allah merahmatinya.


Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tidak Bisa Tidur Karena Teringat Neraka Jahanam









Di antara orang-orang yang takut tidak dapat tidur karena teringat neraka adalah berikut ini.

Asad bin Wada'ah mengatakan bahwa Syadda bin Aus bertingkah seperti biji di atas penggorengan. Ia pun berkata, ''Ya, Allah ingatanku akan neraka menghalangiku untuk tidur.'' Ia pun melaksanakan shalat.

Abu Sulaiman Ad-Darani mengatakan bahwa Thawus suatu ketika menggelar tikar, kemudian tiduran di atasnya. Ia tiba-tiba menggelepar seperti biji di atas penggorengan. Ia pun meloncat dan segera menghadap kiblat sampai shubuh. Ia berkata, ''Tidurnya ahli ibadah mengingatkan akan neraka.''

Malik bin Dinar mengatakan bahwa anak perempuan Ae-Rabi' bin Khaitsam bertanya, ''Ayahku, mengapa engkau tidak tidur seperti orang lain?'' Ia menjawab, ''Sesungguhnya neraka tidak membiarkan ayahmu untuk tidur.''

Jika malam sudah tiba, Shafwab bin Muharraz melenguh seperti anak sapi. Ia berkata, ''Takut neraka menghalangiku untuk berbaring.''

'Amir bin 'Abdullah berkata, ''Saya kagum dengan surga yang para pencarinya tidak tidur. Saya kagum dengan neraka yang para penghindarnya tidak tidur.'' Jika malam telah tiba, ia berkata, ''Panas neraka menjauhkanku untuk tidur.'' Ia pun tak bisa tidur sampai shubuh. Jika siang telah tiba, ia berkata, ''Panas neraka menjauhkanku untuk tidur.'' Ia pun tak bisa tidur sampai sore.

Diriwayatkan pula bahwa 'Amar bin Abdullah meletakkan biji-bijian di atas penggorengan. Ia kemudian memanggil, ''Ya Allah, sesungguhnya neraka telah menghalangiku untuk tidur. Maka, ampunilah saya.''

'Amir bin 'Abdullah pernah di tanya, ''Mengapa engkau tidak tidur?'' Ia menjawab, ''Ingatanku akan neraka tidak membiarkanku untuk tidur.''

Al-Hurar bin Hishn Al-Fazari mengatkan bahwa ia pernah melihat seorang tua dari Bani Fazari yang di perintah oleh Khalid bin 'Abdillah dengan imbalan 100.000, tetapi ia menolaknya. Ia berkata, ''Ingatanku akan neraka telah menjauhkan manisnya dunia dari hatiku.'' ketika orang-orang terlelap tidur, ia malah berdiri shalat sambil berteriak, ''Neraka... neraka... neraka!''

Seorang lelaki dari kalangan mawali selalu begadang dan menangis. Tuannya mencelanya, ''Engkau merusak dirimu.'' Jika di ingatkan akan surga, rasa rindunya berkepanjangan. Namun, ketika di ingatkan akan neraka, tidurnya berkepanjangan.

Diriwayatkan dari Abu Mahdi. Ia berkata, Sufyan Ats-Tsauri tidak tidur kecuali pada awal malam. Ia lalu terbangun dengan perasaan sangat terkejut dan berkata, ''Neraka... neraka... neraka, ingatanku akan neraka telah melupakanku untuk tidur dan syahwat.'' Ia kemudian mengambil wudhu. Setelah berwudhu, ia berdoa, ''Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu akan hajatku. Saya tidak minta apa-apa, selain memohon agar Engkau membebaskanku dari Neraka.''

Untuk makna inilah 'Abdullah bin Al-Mubarak, semoga Allah merahmatinya, berkata:

''Jika malam sudah gelap, mereka bersungguh-sungguh sehingga malam berlalu, sedangkan mereka sedang rukuk.
Rasa takut telah mengusir keinginan untuk tidur, mereka pun melaksanakan shalat.
Sementara mereka yang merasa aman di dunia tidur terlelap.''


Ibnu Al-mubarak pun berkata:

''Alas tidur mereka adalah kain sebelah kanan yang sedang di pakainya, sedangkan bantalnya adalah lengannya.
Malam hari mereka diisi dengan rasa takut, tempat tidurnya hanyalah sarang burung yang di anyam.
Warna kulitnya kuning, seolah-olah wajahnya tinggi, tubuhnya kering-kerontang.
(Tubuhnya) Tipis bagaikan pedang, karena kesungguhan dan begadang.
Berdiri shalat karena Allah, sedangkan orang-orang tidur.
Mereka menangis dan terkadang berteriak, tatkala orang-orang tidur di pembaringan.
Mereka senantiasa berdzikir.
Matanya bercucuran karena takut kepada Allah.''


Ubad bin Ziyad At-Taimi mempunyai beberapa saudara yang ahli ibadah. Wabah kemudian menyerang mereka. Ziyad kemudian memuliakan mereka. Ia berkata mengenai mereka:

''Para pemula yang terpencar kekhusyukan dari mereka,
Mereka semuanya paham terhadap Al-Qur'an.
Tahajud menyebabakan kulitnya kering.
Warna kuning dan terlihat tinggal tulang.
Mereka menjauhi tempat tidur karena takut, sedangkan orang-orang tidur nyenyak.
Mereka menangis dan mengerang di malam hari, berpuasa di siang hari,
Mereka membaca Al-Qur'an yang tidak ada keraguan di dalamnya, dan begadang sambil bersujud dan shalat.''



Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.

The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka

The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.

The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api

Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.

Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an

Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka

Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......

Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku

Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!

The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin



Takut Tertawa karena Takut Siksa dan Azab Neraka









Di antara orang-orang yang tidak tertawa karena takut neraka adalah berkiut ini.

Isma'il As-Sadi mengatakan bahwa Al-Hajjaj pernah menegur Sa'id bin Jubair, ''Saya dapat kabar bahwa engkau tidak pernah tertawa sama sekali.'' Sa'id menjawab, ''Bagaimana aku bisa tertawa, sementara Jahanam telah di nyalakan, belenggu telah di bentangkan, dan para penjaga neraka telah disiapkan!''

'Utsman bin Abdul Hamid bercerita bahwa kebakaran terjadi di salah satu tetangga Ghazwan. Ia lalu ikut membantu memadamkannya. Ketika bara api mengenai salah satu jarinya, ia berkata, ''Aduh... api dunia telah menyakitiku. Demi Allah, aku tidak akan membiarkan diriku tertawa sebelum aku tahu apakah selamat atau tidak dari Jahanam.''

Sekelompok ulama salaf berjanji kepada Allah untuk tidak tertawa selamanya sebelum tahu kepasatian tempat kembalinya, surga atau neraka. Di antara mereka adalah Jum'ah Ad-Dausi, Ar-Rabi' bin Hirasy dan saudaranya Raba'i, Aslam Al-'Ijli, Wuhaib bin Al-Warad, dan lainnya.

Yazid Al-Raqasy, meriwayatkan dari Anas. Ia berkata, ''Ketika di israkan dan di temani oleh Jibril, Rasulullah SAW, mendengar suara benda yang jatuh. Beliau bertanya, Wahai Jibril, suara apa itu?'' Jibril menjawab, ''Itu adalah suara batu yang di lemparkan oleh Allah dari tepi Jahanam. Batu itu meluncur ke dasar Jahanam selama 70 tahun perjalanan untuk sampai dasarnya. Suara itulah yang baru engkau dengar.'' Sejak itu, beliau tidak tertawa, kecuali tersenyum sampai wafatnya.''

Akan dijelaskan pada saatnya insya Allah tentang keengganan para malaikat untuk tertawa semenjak di ciptakan.

Dalam hadis panjang yang diriwayatkan oleh Abdi Dzar di sebutkan riwayat dari Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya kepada Nabi Muhammad, ''Wahai Rasulullah, apa saja isi mushaf Musa?'' Beliau menjawab, ''Semuanya merupakan ibrah. Sungguh aneh, orang yang meyakini kematian, tetapi masih bisa bahagia. Heran orang yang meyakini neraka, tetapi masih bisa tertawa.'' hadis ini di keluarkan pula oleh Ibnu Hibban, dalam Shahihnya, dan lainnya.


Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api


Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.


Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an


Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka


Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan .......


Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku


Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!


The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : ''Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

The Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api









Diantara ulama salaf, ada yang berguncang keadaannya ketika melihat api.
Allah SWT. berfirman:



Download Mp3

na h nu ja'aln aa h aa ta dz kiratan wamat aa 'an lilmuqwiin a

73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. surah / surat : Al-Waaqi'ah Ayat : 73

Mujahid dan lainnya berkata : ''Yakni, api di dunia sesungguhnya merupakan peringatan akan neraka di akherat.''

Abu Hayyan At-Taimi berkata, ''Saya mendengar bahwa suatu ketika 'Abdullah bin Mas'ud melewati sekelompok tukang pandai besi yang sedang mengeluarkan besi dari bara api. Ia lalu menatapnya dan menangis.''

Diriwayatkan dari 'Atha' Al-Kharasani bahwa Uwais Al-Qarni berdiri di tempat tukang pandai besi. Ia memerhatikan bagaimana tukang pandai itu meniup selongsong ke api. Ketika mendengar suara api, ia menjerit lalu tak sadarkan diri.



Diriwayatkan dari Ibnu Abi Adz-Dzubab bahwa Thalhah dan Zaid suatu ketika melintasi tukang pandai besi. Keduanya lalu diam memerhatikan tukang pandai besi itu. Lalu mereka pun menangis.

Al-A'masy berkata, ''Telah memberitakan kepadaku orang yang melihat Ar-Rabi' bin Khitsam melintasi tukang pandai besi. Ia lalu memerhatikan bara api. Tiba-tiba ia jatuh bersungkur.''

Mathar Al-Warraq berkata, ''Jum'ah dan Haram bin Hayyan suatu ketika jalan-jalan pagi. Ketika melintasi tukang pandai besi, mereka memerhatikan tukang pandai besi itu meniup selongsong. Mereka lalu diam dan menangis.''

Diriwayatkan dari Al-'Ala bin Muhammad. Ia berkata, ''Suatu ketika saya menemui 'Atha' As-Sulami. Saya menyaksikan ia sedang tak sadarkan diri. Saya bertanya kepada istrinya, ''Apa yang terjadi?'' Ia menjawab, ''Ia melihat tetangga sedang menyalakan api, lalu ia tak sadarkan diri.''



Diriwayatkan dari Mu'awiyah Al-Kindi. Ia berkata, ''Suatu ketika 'Atha As-Sulami berpapasan dengan seorang anak kecil yang sedang membawa bara api. Tiba-tiab, angin bertiup kencang meniup bara api itu dan menimbulkan suara. Ketika mendengar suara itu, 'Atha' tak sadarkan diri.''

Al-Hasan berkata, ''Suatu ketika, ''Umar menyalakan api. Ia lalu mendekatkan kedua tangannya pada api tersebut sampai berkata, ''Wahai Ibnuk Khaththab, apakah engkau kuat menahan panasnya api.''

Al-Ahnaf bin Qais biasa mengahampiri lentera di malam hari. Ia lalu meletakkan jari-jarinya di lentera itu kemudian mengerang. Ia lalu berkata kepada dirinya sendiri, ''Wahai Hunaif, apa yang mendorongmu melakukan ini... Pada hari ini...? Apa yang mendoeongmu melakukan ini.. pada hari ...?''

Al-Bakhtari bin Haritsah, bercerita bahwa pada suatu ketika ia menemui seorang ahli ibadah. Tiba-tiba, ahli ibadah itu menyalakan api lalu mencela dirinya. Ia terus lakukan hal itu sampai meninggal dunia.

Banyak di antara orang sholeh yang mengingat neraka dan berbagai macam siksanya dengan cara melihat sesuatu yang mirip dengannya di dunia, seperti melihat lautan dan ombaknya, benda-benda yang di panggang, yangisan anak kecil, merasakan panas dan dingin, dan lain sebagainya. Kami akan membahasnya lebih pada pembahasan di posting selanjutnya.



Telah disebutkan ada di antara mereka yang masuk kamar mandi sekadar untuk mengingat neraka. Laits telah meriwayatkan bahwa Thalhah pernah bercerita, ''Seorang lelaki pergi di siang hari yang sangat panas melepaskan pakaiannya dan membiarkan badannya di sengat panas matahari. Ia berkata kepada dirinya, ''Rasakanlah neraka Jahanam. Rasakanlah! Panas Jahanam lebih panas lagi dari pada ini.'' Tiba-tiba, ia melihat Nabi Muhammad SAW, sedang duduk berteduh di bawah pohon rindang. Ia lalu mendatangi Nabi dan berkata, ''Jiwaku sedang tak dapat di kendalikan.'' Nabi kemudian berkata, ''Bukankah engkau sekarang sudah dapat menguasainya? Telah di bukakan pintu-pintu langit untukmu. Allah pun telah membanggakanmu di depan para malaikat.'' Riwayat ini di keluarkan oleh Ibnu Abu Ad-Dunya. Kualitasnya mursal. Dikeluarkan pula oleh Ath-Thabrani dari hadis Buraidah secara Maushul. Pada sanadnya terdapat orang yang tidak di ketahui identitasnya. Wallahu A'lam.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin



Sabtu, 17 November 2012

Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.








'Abdullah bin Abi Al-Hudzail berkata, ''Neraka telah membuat sibuk orang yang memikirkan surga. Suatu ketika Yazid Ar-Raqasyi di cela karena sering menangis. Di katakan padanya, ''Seandainya neraka di ciptakan untukmu, engkau tidak akan lebih dari ini.'' Ia lemudian berkata, ''Neraka tidak di ciptakan, kecuali untukku, sahabat-sahabatku, dan saudara-saudara dari kalangan jin dan manusia. Tidakkah engkau membaca ayat ini :



Download Mp3

sanafrughu lakum ayyuh aa al tstsaqal aa n i

31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 31



Download Mp3

yursalu 'alaykum aa syuw aats un min n aa rin wanu haa sun fal aa tanta sh ir aa n i

35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 35



Download Mp3

h aadz ihi jahannamu al latii yuka dzdz ibu bih aa a lmujrimuun a

43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 43



Download Mp3

ya th uufuuna baynah aa wabayna h amiimin aa n in

44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 44


Ia kemudian berkeliling di dalam rumah, menjerit, menangis, dan tak sadarkan diri.''

Dibacakan kepada Rai'ah Al-Adawiyah ayat yang di dalamnya di singgung tentang neraka. Ia kemudian menjerit dan jatuh. Ia terus terjatuh sampai waktu yang di kehendaki Allah.

Suatu ketika Ibnu Wahb mendengar seseorang membacakan ayat :



Download Mp3

wa-i dz yata haa jjuuna fii al nn aa ri fayaquulu al dhdh u'af aa u lilla dz iina istakbaruu inn aa kunn aa lakum taba'an fahal antum mughnuuna 'ann aa na sh iiban mina al nn aa r i

47. Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri:"Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?" surah / surat : Al-Mu'min Ayat : 47



Download Mp3

waq aa la al la dz iina fii al nn aa ri likhazanati jahannama ud'uu rabbakum yukhaffif 'ann aa yawman mina a l'a dzaa b i

49. Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam:"Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari". surah / surat : Al-Mu'min Ayat : 49



Download Mp3

q aa luu awa lam taku ta/tiikum rusulukum bi a lbayyin aa ti q aa luu bal aa q aa luu fa u d'uu wam aa du' aa u a lk aa firiina ill aa fii dh al aa l in

50. Penjaga Jahannam berkata: "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahannam berkata:"Berdo'alah kamu". Dan do'a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. surah / surat : Al-Mu'min Ayat : 50

Ia kemudian tersungkur tak sadarkan diri hingga akhirnya dimandikan dengan air bunga.

Ketika Mu'adzah Al-Adawiyah di pertemukan dengan suaminya, Shilah bin Asyyam, keponakannya menyuruh Shilah masuk kamar mandi dulu, lalu menyuruhnya memasuki rumah yang di taburi wewangian. Shilah kemudian melaksanakan shalat sampai shubuh. Tindakannya di ikuti oleh Mu'adzah. Keesokan harinya keponakannya mencela Shilah. Shilah berkata, ''Engkau kemarin menyuruhku ke sebuah tempat yang mengingatkanku ke neraka, lalu menyuruhku ke rumah yang mengingatkanku akan surga. Aku terus memikirkan ke duanya sampai shubuh.''

Al-Abbas bin -Wahid berkata berdasarkan informasi dari ayahnya bahwa jika neraka di sebutkan, Al-Auza'i tidak berhenti untuk terus mengingatnya, sehingga tidak ada seorangpun dapat mengajukan pertanyaan mengenai sesuatu kepadanya. Aku katakan kepada diriku, ''Engkau lihat, di majelis ini, ada orang yang hatinya terus-menerus merasa sedih.''

Aminah binti Abu Al-Wara' adalah seorang ahli ibadah dan takut kepada Allah. Jika seseorang menyebut neraka, Aminah berkata, ''Masuklah ke dalam neraka, makan dan minumlah dari neraka.'' Ia kemudian menangis. Ia bagaikan biji yang berada di atas penggorengan panas. Jika teringat neraka, ia menangis dan terus menangis.

'Abdul Wahid bin Zaid berkata, ''Suatu ketika kami mendatangi suatu kaum di tengah laut. Begitu melihat kami mereka bubar. Sepanjang malam, kami mendengar jeritan mereka memohon perlindungan dari neraka. Keesokan harinya, kamu mendatangi mereka dan ternyata kami tidak melihat siapa pun di sana.''


Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah



Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur'an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka...! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka...! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell - JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell - Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin



Road To Hell - Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an

Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur'an

Mr. Thomas Carlyle, seorang Filsof yang terkenal di seluruh dunia dan ahli pengetahuan, pernah mengatakan antara lain demikian :
''Untuk pendapat kami, bahwa satu persatunya makna dari ayat-ayat Al Qur'an itu penuh mengandung kesucian, seolah-olah sebagai berlian akan kesuciannya.''

''Al Qur'an itu sebuah kitab yang tidak ragu-ragu lagi di dalamnya, penuh keutamaan; dan bahwa semua perasaan yang benar serta mulia dan kehendak yang luhur tertampak bagi saya, keutamaan Al Qur'an. Keutamaan yang permulaan dan yang penghabisan terdapat di dalam sebuah kitab yang keluar daripadanya semua keutamaan dengan segala macamnya. Bahkan Al Qur'an itu ialah sebuah kitab yang dapat di katakan yang penghabisan sekali dalam urusan keutamaan. Dengan Al Qur'anlah, hendaknya orang-orang mengejar keutamaan, karena banyaknya yang terkandung di dalamnya keutamaan-keutamaan yang beraneka warna.''



Tuang Washington Irvink, berkata :
''Al Qur'an itu di dalamnya penuh berisi peraturan-peraturan dan undang-undang yang bersih dan murni.''


Monsier Gustave Gibbon, menyatakan bahwa :
''Al Qur'an tidak hanya memuat urusan agama saja, tetapi juga hukum-hukum syariat, yang termaktub di dalamnya itu pangkal peradaban manusia.''
Dan pernah juga mengatakan : ''Al Qur'an itu mengandung undang-undang dasar yang pokok, bukan saja sumber-sumber hukum agama, akan tetapi juga sumber hukum pidana dan perdata, dan semua hukum yang bersangkutan dengan kehidupan masyarakat manusia serta hukum-hukum yang mengatur kedudukan manusia. Sesungguhnya hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang di bawa oleh Muhammad itu diperuntukkan bagi segenap manusia dari segala bangsa dan golongan, baik untuk golongan bangsawan maupun golongan rendahan. Hukum-hukum yang tercantum di dalam Al Qur'an itu merupakan aturan hukum yang tertinggi, yang tidak akan didapati yang menyerupainya sedikitpun juga di alam semesta ini.''


Terimakasih.
Sumber / Kiriman dari Admin :
Blog : Jowo Dwipo
Url : http://jowodwipo.mywapblog.com/jowo-dwipo-pernyataan-mr-thomas-carlyle.xhtml

e-referrer.com